Sunday, November 27, 2011

Cerita Dewasa Sakit Hati

Buat kamu yang suka sekali dengan cerita dewasa ini ada lagi buat kamu baca dan kamu resapin hehehehe, semoga cerita dewasa kali ini seru ya kalao ga seru ntar ada lagi yang baru ditunggu aja selalu ada cerita dewasa terbaru dan juga cerita dewasa sedarah wah ini hot panas hahahaha

Sakit Hati

Sebenarnya aku dilahirkan menjadi anak yang beruntung. Papa punya kedudukan di kantor dan Mama seorang juru rias / ahli kecantikan terkenal. Sering jadi pembicara dimana-mana bahkan sering menjadi perias pengantin orang-orang beken di kotaku. Sayangnga mereka semua orang-orang sibuk. Kakakku, Kak Luna, usianya terpaut jauh diatasku 5 tahun. Hanya dialah tempatku sering mengadu. Semenjak dia punya pacar, rasanya semakin jarang aku dan kakakku saling berbagi cerita.

Saat itu aku masih SMP kelas 2, Kak Luna sudah di SMA kelas 2. Banyak teman-temanku maupun teman kakakku naksir kepadaku. Kata mereka sih aku cantik. Walaupun aku merasa biasa-biasa saja (Tapi dalam hati bangga lho.., he.., he..) Aku punya body bongsor dengan kulit putih bersih. Rambut hitam lurus, mata bulat dan bibir seksi (katanya sich he.., he..). Saat itu aku merasa bahwa payudaraku lebih besar dibandingkan teman-temanku, kadang-kadang suka malu saat olah raga, nampak payudaraku bergoyang-goyang. Padahal sebenarnya hanya berukuran 34B saja. Salah seorang teman kakakku, Kak Agun namanya, sering sekali main ke rumah. Bahkan kadang-kadang ikutan tidur siang segala. Cuma seringnya tidur di ruang baca, karena sofa di situ besar dan empuk. Ruangannya ber AC, full music. Kak Agun bahkan dianggap seperti saudara sendiri. Mama dan orang tuanya sudah kenal cukup lama.

Saat itu hari Minggu, Mama, Papa, dan Kak Luna pergi ke luar kota. Mak Yam pembantuku pulang kampung, Pak Rebo tukang kebun sedang ke tempat saudaranya. Praktis aku sendirian di rumah. Aku sebenarnya diajak Mama tapi aku menolak karena PR bahasa Inggrisku menumpuk.

Tiba-tiba aku mendengar bunyi derit rem. Aku melihat Kak Agun berdiri sambil menyandarkan sepeda sportnya ke garasi. Tubuhnya yang dibalut kaos ketat nampak basah keringat.
“Barusan olah raga…, muter-muter, terus mampir…, Mana Kak Luna?”, tanyanya. Aku lalu cerita bahwa semua orang rumah pergi keluar kota. Aku dan Kak Agun ngobrol di ruang baca sambil nonton TV. Hanya kadang-kadang dia suka iseng, menggodaku. Tangannya seringkali menggelitik pinggangku sehingga aku kegelian.
Aku protes, “Datang-datang…, bikin repot. Mending bantuin aku ngerjain PR”. Eh…, Kak Agun ternyata nggak nolak, dengan seriusnya dia mengajariku, satu persatu aku selesaikan PR-ku.
“Yess! Rampung!”, aku menjerit kegirangan. Aku melompat dan memeluk Kak Agun, “Ma kasih Kak Agun”. Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa.
“Nah…, karena kamu sudah menyelesaikan PR-mu, aku kasih hadiah” kata Kak Agun.
“Apa itu? Coklat?”, kataku.
“Bukan, tapi tutup mata dulu”, kata dia. Aku agak heran tapi mungkin akan surprise terpaksa aku menutup mata.

Tiba-tiba aku merasa kaget, karena bibirku rasanya seperti dilumat dan tubuhku terasa dipeluk erat-erat.
“Ugh…, ugh…”, kataku sambil berusaha menekan balik tubuh Kak Agun.
“Alit…, nggak apa-apa, hadiah ini karena Kak Agun sayang Alit”.
Rasanya aku tiba-tiba lemas sekali, belum sempat menjawab bibirku dilumat lagi. Kini aku diam saja, aku berusaha rileks, dan lama-lama aku mulai menikmatinya. Ciuman Kak Agun begitu lincah di bibirku membuat aku merasa terayun-ayun. Tangannya mulai memainkan rambutku, diusap lembut dan menggelitik kupingku. Aku jadi geli, tapi yang jelas saat itu aku merasa beda. Rasanya hati ini ada yang lain. Kembali Kak Agun mencium pipiku, kedua mataku, keningku dan berputar-putar di sekujur wajahku. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Rasanya saat itu aku sudah mulai lain. Napasku satu persatu mulai memburu seiring detak jantungku yang terpacu. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget!
“Kak Agun…, kuat juga”. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. Direbahkannya aku di atas ranjang dan Kak Agun mulai lagi menciumku. Saat itu perasaanku tidak karuan antara kepingin dan takut. Antara malu dan ragu. Ciuman Kak Agun terus menjalar hingga leherku. Tangannya mulai memainkan payudaraku. “Jangan…, jangan…, acch…, acch…”, aku berusaha menolak namun tak kuasa. Tangannya mulai menyingkap menembus ke kaos Snoopy yang kupakai. Jari-jemarinya menari-nari di atas perut, dan meluncur ke BH. Terampil jemarinya menerobos sela-sela BH dan menggelitik putingku. Saat itu aku benar-benar panas dingin, napasku memburu, suaraku rasanya hanya bisa berucap dan mendesis-desis “ss…, ss…”,. Tarian jemarinya membuatku terasa limbung, ketika dia memaksaku melepas baju, aku pun tak kuasa. Nyaris tubuhku kini tanpa busana. Hanya CD saja yang masih terpasang rapi. Kak Agun kembali beraksi, ciumannya semakin liar, dan jemarinya, telapak tangannya mengguncang-guncang payudaraku, aku benar-benar sudah hanyut. Aku mendesis-desis merasakan sesuatu yang nikmat. Aku mulai berani menjepit badannya dengan kakiku. Namun malahan membuatnya semakin liar. Tangan Kak Agun menelusup ke CD-ku.
Aku menjerit, “Jangan…, jangan…”, aku berusaha menarik diri. Tapi Kak Agun lebih kuat. Gesekan tangannya mengoyak-koyak helaian rambut kemaluanku yang tidak terlalu lebat. Dan tiba aku merasa nyaris terguncang, ketika dia menyentuh sesesuatu di “milikku”. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Jemarinya memainkkan clit-ku. Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi. Aku hanya bisa pasrah saja. Tapi aku kaget ketika tiba-tiba dia berdiri dan penisnya telah berdiri tegang. Aku ngeri, dan takut. Permainan pun dilanjutkan lagi, saat itu aku benar-benar sudah tidak kuasa lagi, aku pasrah saja, aku benar-benar tidak membalas namun aku menikmatinya. Aku memang belum pernah merasakannya walau sebenarnya takut dan malu.

Tiba-tiba aku kaget ketika ada “sesuatu” yang mengganjal menusuk-nusuk milikku, “Uch…, uch…”, aku menjerit.
“Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan”.
Ketika dia membuka lebar-lebar kakiku dia memaksakan miliknya dimasukkan. “Auuchh…”, aku menjerit.
“Achh!”, Terasa dunia ini berputar saking sakitnya. Aku benar-benar sakit, dan aku bisa merasakan ada sesuatu di dalam. Sesaat diam dan ketika mulai dinaik-turunkan aku menjerit lagi, “Auchh…, auchh…”. Walaupun rasanya (katanya) nikmat saat itu aku merasa sakit sekali. Kak Agun secara perlahan menarik “miliknya” keluar. Kemudian dia mengocok dan memuntahkan cairan putih.

Saat itu aku hanya terdiam dan termangu, setelah menikmati cumbuan aku merasakan sakit yang luar biasa. Betapa kagetnya aku ketika aku melihat sprei terbercak darah. Aku meringis dan menangis sesenggukan. Saat itu Kak Agun memelukku dan menghiburku, “Sudahlah Alit jangan menangis, hadiah ini akan menjadi kenang-kenangan buat kamu. Sebenarnya aku sayang sama kamu”.

Saat itu aku memang masih polos, masih SMP, namun pengetahuan seksku masih minim. Aku menikmati saja tapi ketika melihat darah kegadisanku di atas sprei, aku jadi bingung, takut, malu dan sedih. Aku sebenarnya sayang sama Kak Agun tapi…, (Ternyata akhirnya dia kawin dengan cewek lain karena “kecelakaan”). Sejak itu aku jadi benci…, benci…, bencii…, sama dia.

Mau cerita dewasa yang lain ini dia
- Cerita Dewasa Pijat ML dengan Pembantu

Nah nanti akan ada lagi cerita dewasa yang terbaru hanya di berita terbaru silahkan melihat halaman lainnya siapa tau ada info tyang kamu cari.

Friday, November 25, 2011

Kamasutra | Posisi Sex Kamasutra | Video Seks Kamasutra

Wanita diciptakan dan pria diciptakan untuk saling mencintai satu sama lain untuk saling menyayangi satu sama lainnya oleh karena itu untuk membuat rasa sayang semakin besar harus tau cara membahagiakan pasangan di dalam bercinta, boleh belajar dari cerita dewasa ataupun menonton video bokep bf mesum telanjang bugil agar mendapat masukan yang lebih akan tetapi sekarang yang di bahas adalah kamasutra. apakah itu kamasutra adalah teknik atau masukan buat yang sedang bercinta agar tahu posisi seks kamasutra yang oke punya .


Ini dia liputannya mengenai posisi seks kamastra

Posisi Seks yang Membuat Wanita Puas di Ranjang – Kepuasan seorang pasangan merupakan kunci utama dalam melakukan hubungan intim. Bila anda ingin pasangan anda puas dalam setiap hubungan seks anda, ini dia caranya.

Kunci dalam melakukan hubungan intim bukanlah atas dasar durasui atau lamanya hubungan itu berlangsung. tapi yang terpenting adalah bagimana anda melakukan teknik yang bisa anda lakukan untuk memuaskan pasangan. Kepuasan banyak cara untuk mendapatkannya, salah satunya dengan mencoba berbagai gaya seks. Berikut adalah beberapa posisi seks yang membuat wanita puas di ranjang.


The Sidewinder

Gulingkan pasangan pria anda ke samping dan buatlah dia berada di posisi mirin (menyendok). Kemudian minta dia untuk meulai beraksi. Setelah anda mendapatkan posisi yang nyaman, maka lakukan sentuhan pijat pada klitoris sehingga dapat membantu merangsang anda dan mencapai G-spot pada waktu bersamaan. Tidak tahu soal klitoris dan g-spot




The Hotseat

pada saat anda tengah duduk di kursi, maka anda dapat membuat dirinya dekat dengan tubuh anda. Posisi ini dapat membuat anda lebih lama bertahan dalam durasi orgasme.

Missionary on Steroids

Teknik ini adalah teknik dengan membiarkan pasangan anda memiliki kuasa penuh atas tubuh anda. katakan pada pasangan anda untuk menyentuh pinggul anda dan dapat memaikan klitoris anda. Ingatkan pada pasangan pria untuk mendorong mendorong tubuhnya ke atas sehingga penis berada pada sudut 45 derajat dan porosnya menyentuh klitoris Anda.

nah mau info lagi ada di cerita sex di halaman sebelumnya di berita terbaru silahkan di intip...

Cerita Sex | Kumpulan Cerita Seks

Penggemar cerita mesum sex cerita ngentot seks bebas sedarah dan juga selingkuhan pasti buanyak banget ya di indonesia ini karena emang pada suk hiburan mesum kayak cerita dewasa dan juga cerita mesum, ada koq cerita dewasa sedarah tante seksi di halaman sebelumnya yang bisa kamu baca kalo sekarang cerita sex yang akan di hadirkan silahkan membaca :

Cerita Sex Pengalaman seorang istri : 

Setelah didesak oleh suamiku, dengan alasan bahwa tidak ada salahnya berbagi pengalaman agar rekan-rekan dapat melihat dan menambah pengetahuan tentang kehidupan seksual kami, akhirnya aku mau juga menceritakan pengalaman seksualku, dengan syarat bahwa tidak ada nama sesungguhnya. Saat ini jika anda membaca tulisan ini, suami sayalah yang menulis serta meramu menjadi suatu tulisan, saya hanya bercerita tentang pengalaman, perasaan dan pikiran saya. Silakan apabila anda ingin bertanya, sharing ataupun berdiskusi, dengan saya ataupun dengan suami saya.

Pacaran dan Kontak Seksual

Sejak kecil, orang tuaku menekankan bahwa area kelamin adalah jorok, kotor dan sebagainya. Aku masih ingat ketika masih kecil, ketika aku memegangi kelaminku, ibuku mengatakan bahwa itu tidak bagus, jorok, kotor, banyak kuman. Mungkin karena sejak kecil ditanamkan hal tersebut, maka sampai aku berpacaran, aku tidak pernah masturbasi. Tidak terlintas dalam pikiranku untuk memikirkan hubungan seksual atau memainkan alat kelaminku sendiri. Selama aku belum mengenal suamiku, hampir tidak ada kontak seksual antara aku dan pria.

Aku hanya berpacaran 2 kali. Pertama pada saat duduk di bangku SMA, yang kedua adalah dengan Abang, suamiku. Pada saat berpacaran untuk pertama kali, kami berpacaran tidak sungguh-sungguh. Pada saat itu aku masih tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam berpacaran (aku anak yang dimanja orang tua, sampai SMP aku masih bersikap layaknya anak kecil, dan orang tuaku over protective). Hubunganku dengan pacar pertama hanya singkat saja, hanya berjalan 1 bulan, itupun tanpa jalan bareng, tanpa datang ke rumah dan lain-lain. Hanya berpacaran atau bertemu dan mengobrol ala kadarnya di sekolah. Tidak ada kontak seksual sama sekali dengannya.

Makin lama memang pengetahuanku tentang seksualitas meningkat seiring dengan usiaku yang bertambah, pada waktu di SMA aku sudah mengetahui tentang hubungan seksual, akan tetapi aku tidak merasa tertarik untuk melakukannya. Pernah bersama teman-temanku menonton film biru. Aku terkaget-kaget menyaksikan adegan itu, karena tidak mengira ada orang yang mau mempertontonkan alat kelamin mereka dan memainkannya dengan tangan, mulut, dan terakhir bersenggama. Aku dan temanku muak melihatnya, hanya beberapa adegan, kemudian kami mematikan film tersebut dan termangu, dan kami berkomentar bahwa hal itu menjijikan.

Menonton film (apalagi film porno), mendengar cerita jorok tidak membuatku ingin melakukan hubungan seksual. Namun seiring dengan itu, beberapa kali aku ingat bahwa aku bermimpi bermesraan dengan pria, dan muncul hasrat seksual, akan tetapi kepuasan itu tiba tanpa adanya hubungan seksual, hanya sekedar bermesraan, atau berpelukan. Aku tidak ingat berapa kali aku bermimpi seperti itu, tapi yang jelas tidak terlalu sering, biasanya hal ini datang periodik, seperti halnya datang bulan. Aku berpikir, mungkin ini disebabkan siklus hormon dalam diriku saja.

Dengan Abang, demikian panggilanku kepada pacar kedua, yang sekarang adalah suamiku, lain. Kami berpacaran ketika aku sudah kuliah. Kami bertemu di kampus. Hubungan kami pun semula biasa saja, sebatas junior dan senior. Tidak ada perasaan deg-degan ketika bertemu dengannya, aku juga tidak ngecengin Abang, dan dari pengakuannya, sebetulnya Abang pada saat itu sebetulnya sedang berusaha mendekati teman dekatku, Vita.

Hubunganku dengan Abang berjalan cukup lama, kami menikah setelah kurang lebih 4 tahun berpacaran. Karena Abang lebih dulu lulus, maka tahun-tahun terakhir berpacaran, kami berbeda lokasi yang lumayan jauh, yang mana tidak dapat bertemu setiap saat. Namun, selama kami berada di satu kota, banyak hal yang berkaitan dengan kontak seksual yang aku dan Abang lakukan selama berpacaran. Dan pengalaman seksualku dengan Abang adalah pengalaman seksual yang pertama, dan satu-satunya pria yang kusayangi.

Kontak seksual dengan Abang pertama adalah ketika Abang mencium keningku. Saat itu aku merasa senang sekali karena aku merasa bahwa Abang sayang padaku. Sejak saat itu, Abang mulai berani mencium pipiku. Setiap ada kesempatan, pasti Abang mencium pipiku. Aku merasa senang bila Abang mencium pipiku. Terkadang aku merinding geli, dan ada rasa aneh yang menjalar di sekujur badan bila Abang mencium pipiku lama-lama dan mulai menciumi bagian dekat telinga.

Aku tidak ingat lagi, kapan pertama kali Abang mencium bibirku. Saat itu aku masih kaku sekali. Abang mencium bibirku, dan aku hanya diam saja, tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Saat itu ciuman di bibir terasa biasa saja, tidak ada aliran listrik, tidak ada serr. Biasa saja. Aku malah lebih senang bila Abang mencium kening atau pipiku. Apalagi kalau mencium pipi lama-lama. Aku jadi bingung, kenapa banyak yang bilang bahwa ciuman bibir menyenangkan, menggairahkan dan lain-lain. Aku tidak dapat merasakan kenikmatannya. Semakin sering berciuman, Abang mengajariku teknik berciuman. Aku mengambil kesimpulan, aku ikuti apa yang Abang lakukan terhadap diriku. Kalau Abang mengisap bibirku, maka aku juga melakukan hal yang sama. Ternyata ciuman bibir begitu menyenangkan sekali. Aku sangat menyukainya, apalagi bila mulai memainkan lidah. Ada perasaan nikmat tersendiri ketika aku mengulum bibir dan lidah Abang.

Saat berciuman, biasanya tangan Abang memeluk diriku sehingga tangannya melingkari badanku, sehingga tangannya dapat menggosok-gosok punggungku. Aku sangat menyukainya, karena aku merasa begitu dekat dengan dirinya. Sejak kecil, memang aku selalu dimanja, oleh karena itu, aku sangat senang kalau dipeluk, dielus-elus dan dimanja. Lama-kelamaan, Abang semakin berani, ia tidak hanya menggosokkan tangannya dari luar baju, akan tetapi mulai masuk melalui bawah baju atau kaos yang aku pakai dan membelai langsung kulit punggungku. Semula aku agak risih, tapi lama-lama aku tidak keberatan, dan malah aku merasa senang sekali. Semakin lama kami berpacaran, kontak seksual kami semakin seru.

Setelah seringkali kami berciuman, berpelukan dan akhirnya pada suatu saat, kami bercumbu, dan kami berada dalam posisi aku terbaring telentang, dengan tubuh Abang berada di atasku. Aku merasakan sesuatu yang keras di bagian alat kelaminku. Aku tidak mengerti bahwa yang menempel pada alat kelaminku adalah alat kelaminnya yang mengeras. Aku hanya merasakan ada kenikmatan ketika alat kelaminku terkena bagian tubuh Abang yang keras, tanpa sadar aku biasanya ikut menggoyangkan pinggulku ketika Abang menggoyangkan pinggulnya menekan lebih kuat bagian tubuhnya ke kelaminku.

Gerakan itu tidak kurencanakan, tapi entah kenapa saat itu aku menggerakkan pinggulku, walaupun kami masih menggunakan celana lengkap (aku lebih sering menggunakan celana jeans dari pada rok) namun aku dapat merasakan nikmat pada diriku. Semakin aku bergoyang, rasa nikmat itu bertambah, ada rasa nikmat pada alat kelaminku. Biasanya setelah lama bercumbu seperti itu, Abang mengejang dan lemas. Aku baru tahu, bahwa saat mengejang itulah Abang orgasme. Biasanya akan tampak basah di celananya. Aku merasa lega bila Abang sudah mencapai puncak kepuasan bila sedang bergumul, bukan karena aku merasa puas, akan tetapi terlepas dari rasa takut dan rasa bersalah. Aku selalu merasa bahwa ada perasaan yang tidak enak, perasaan bersalah dan rasa takut, sepertinya aku merasa sangat berdosa.

Aku serba salah, selama bergumul, aku merasa ada hasrat atau keinginan yang aneh, kemaluanku sangat nikmat jika tertekan tubuh Abang. Aku sangat menikmatinya. Beberapa kali, terutama jika aku mengenakan celana yang berbahan halus, aku bisa mencapai orgasme. Sebelumnya aku tidak pernah orgasme. Beberapa kali bergumul aku merasakan orgasme, perasaan yang nikmat luar biasa. Di sisi lain, setelah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, aku selalu merasa bersalah, berdosa dan ingin rasanya menyendiri. Oleh karena itu, setelah orgasme biasanya aku segera melepaskan diri dari dekapan Abang, dan minta Abang turun dari tubuhku. Hal ini disebabkan aku ingin menyendiri, tidak ingin bersama Abang, dan menyesal. Ironisnya, aku tidak tahu apa yang aku sesali. Aku melakukan hal itu bersama, dan sebetulnya kami tidak melakukan hubungan seksual yang sebenarnya, jadi tidak harus merasa terlalu bersalah. Akan tetapi aku sendiri tidak tahu, kenapa perasaan bersalah, berdosa itu selalu muncul ketika bercumbu berat ataupun setelah orgasme.

Tidak jarang berpikir bahwa aku tidak akan melakukannya lagi. Tapi pikiran ini tidak pernah terjadi, aku selalu dan selalu akan melakukan hal itu lagi tanpa dapat menahan keinginanku. Berkali-kali itu pula Abang selalu kuminta melepaskan pelukan dan dekapan ketika aku habis orgasme. Suatu saat Abang bertanya, mengapa aku selalu menolak atau meminta Abang untuk melepaskan pelukan. Aku berbohong mengatakan bahwa jika aku orgasme aku merasa kepanasan. Hal ini berulang kali setiap kami bergumul, dan setiap kali aku orgasme, dengan penuh perhatian Abang mengipasi diriku dengan majalah, koran ataupun kipas.

Lama kelamaan aku merasa tidak enak telah berbohong dengan orang yang aku sayangi. Akhirnya aku mengakui bahwa ada perasaan tidak enak ketika habis melakukan kontak seksual, apalagi kalau orgasme. Bahkan terkadang aku merasakan perasaan itu ketika hasrat seksualku mulai bangkit, ketika sedang bercumbu. Abang mengerti perasaanku, dan Abang bercerita bahwa sebelumnya Abang juga merasakan hal yang sama, yaitu perasaan bersalah yang amat sangat setelah bermasturbasi (lihat pengalaman seksual Abang pada tulisan terdahulu). Abang bercerita bahwa hal itu dapat hilang dengan sendirinya bila kita menganggap bahwa hal itu hal yang wajar, biasa saja, dan kita juga memahami bahwa sebetulnya dorongan seksual adalah normal untuk setiap manusia. Jadi kita tidak perlu merasa terlalu bersalah untuk melakukan hal ini (jika dipikir memang apa yang Abang katakan benar, tapi tentunya hal ini tidak sesuai dengan norma yang ada).

Secara logika aku menerima pendapat Abang, bahwa kebutuhan seksual adalah salah satu kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi, seperti: makan, minum, tidur. Perlahan-lahan aku mencoba untuk menerima saran Abang. Aku berusaha melupakan perasaan bersalah. Abang juga terus meyakinkan aku dengan menunjukkan kepadaku literatur-literatur serta tulisan-tulisan yang dia peroleh dari berbagai sumber tentang kehidupan seksual wanita. Buku pengetahuan tentang seksual Abang, baik dari dalam maupun luar negeri cukup banyak. Beberapa literatur diberikannya kepadaku. Perlahan-lahan memang perasaan bersalah itu berkurang, namun, tetap tidak dapat hilang dari perasaanku. Aku masih tetap merasakan perasaan bersalah.

Tentang Kelamin Pria

Sejalan dengan umur pacaran kami, kami menjadi lebih berani dalam bercumbu. Kami menjadi lebih saling terbuka dalam mengungkapkan masalah-masalah seksual. Ada hal yang amat berharga bagiku, yaitu bahwa Abang tidak senang bila ia ditolak ketika pergumulan sedang mulai, biasanya dia akan muram bila pergumulan berjalan setengah dan terhenti. Hal lain yang aku pelajari adalah bahwa Abang sangat tidak senang apabila ketika sedang bergumul aku tertawa. Kejadiannya adalah, Abang selalu berusaha untuk memegang payudaraku ketika sedang bergumul, entah mengapa, aku tidak dapat menikmatinya, geli sekali apabila payudaraku diraba.

Suatu kali karena tidak tahan, aku tertawa ketika payudaraku diraba. Abang marah sekali saat itu. Untunglah Abang mau mengerti bahwa aku bukan mentertawakan apa yang kita lakukan, akan tetapi karena geli sekali. Abang mau mengerti, akhirnya Abang mengalah dan tidak lagi mencoba memegang payudaraku (that's why I love him, sabar dan mau mengerti aku). Aku sendiri tidak mengerti, kenapa aku sangat geli ketika payudaraku disentuh. Dari cerita-cerita teman-teman maupun bacaan yang kubaca, aku tahu bahwa biasanya wanita akan sangat terangsang dan senang bila payudaranya disentuh atau dipegang pada saat melakukan kontak seksual. Payudara adalah bagian tubuhku yang paling akhir Abang lihat dan sentuh. Abang malah terlebih dahulu melihat kemaluanku sebelum melihat payudaraku (lihat tulisan tentang payudara).

Bersambung ke bagian 02

Sumber: http://www.sumbercerita.com

sambunagnnya nanti akan ada kisah selanjutnya sekarang menikmati yang ada dulu ya...
terima aksih dah mampir ke berita terbaru.

Foto Gambar Wanita Cewek Bugil Telanjang

Silahkan di lihat dan di pelototin buat yang suka gambar gambar bugil wanita bugil telanjang gadis bugil telanjang tante girang bugil telanjang bisa dilihat aja semoga puas ya, karena yang terlihat jelas alias bugil telanjang kelihatan memek nya apalagi foto memek perawan yang di sukai oleh kalangan remaja terus ada juga koleksi video bokep bugil telanjang yang mungkin kamu ga tau dimana melihatanya silahkan di baca di halaman sebelumnya semoga puas ya.




kalau yang suka dengan cerita dewasa juga ada koq mungkin dengan membaca imajinasimu lebih menerawang jauh ke awan ya yang cerita dewasa sedarah apalagi bisa membuat langsung abis sabunmu, ya udah sekian dulu dari berita terbaru selamat menikmati koleksi gambarnya.

Monday, November 21, 2011

Kumpulan Cerita Dewasa Sedarah Incest

Cerita Dewasa sedarah adalah sebuah cerita dewasa yang menceritakan antara saudara kandung atau saudara jauh jadi percintaan antara saudara nilah yang dimaksud sedarah, memang banyak sekali yang menyukai cerita dewasa sedarah seperti ini, karena mungkin lebih asyik kali ya, jadi silahkan di baca kalau mau yang lain ada di halaman cerita dewasa ini silahkan dikunjungi ya...

Cerita dewasa incest sedarah – Nama gue Erlina, saat ini tercatat sebagai mahasiswi ekonomi Universitas swasta yang ada di Bandung. Ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi, mereka tinggal di Sukabumi. Cerita dewasa sedarah ini menceritakan kisah nyataku yang terjadi saat masih duduk dibangku sekolah, tepatnya saat kelas 1 SMA. Dan skandal seks tabu ini masih terus berlanjut sampai detik ini! gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri. Sebagai kakak kandung hasrat hubungan sex dengan adik itu slalu saja gagal kubendung.

Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi
Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adikku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.
Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.
aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.
Ada apa sih kak? katanya.
Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.
criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.
Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.
Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.
Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.
hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.
Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.
o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.
Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.
Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.
Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.
Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.
Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.
Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.
Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.
Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.
Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.
Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.

kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.
Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.
Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.
Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.
Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.
Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.
Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.
Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.
Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.
Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.
Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.
Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku
Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.
Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.
Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.
Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.
Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.
ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…
Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.
Hihihi.. kakak terangsang ya..?
Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.
Ini basah banget apaan Kak..?
Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.
Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?
Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.
Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.
Dikit aja Kak… Please..!
Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…
Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.
uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.
Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.
Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?
Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.
Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.
kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!
Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.
Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kontolnya.
Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.
Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!
hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.
Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.

ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.
Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.
Iya Kak..!
Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.
ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.
Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.
Ouughhh..! katanya.
Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.
Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.
Wahh..! Gila adik ya..!
Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.
Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! %@!#$&tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.
Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.

Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Begitulah cerita dewasa sedarah itu terjadi, dan terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw sampai sekarang !

Pengen juga melihat foto gambar memek perawan ada di halaman sebelumnya di berita terbaru.
 
[ close ]
Download New Firefox 3 Click here .Firefox web browser faster, more secure and customizable.